GALERI TAS

Reseller

 

Grosir Tanah Abang 

Banyak sekali barang-barang yang dijual di grosir Tanah Abang yang diminati para konsumen baik di Jakarta maupun konsumen di luar Jakarta. Barang yang ditawarkan di pasar ini pun beraneka ragam seperti baju, sepatu, tas, mainan anak, hingga peralatan rumah tangga dan masih banyak lainnya. Namun pasar tanah abang ini memang dikenal sebagai tempat untuk berburu baju dan tekstil. Banyak terdapat pedagang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka menggantungkan nasib mereka melalui omset penjualan di pasar ini. Berbagai macam barang yang dijual di pasar ini juga memiliki merek dan kualitas yang beragam. Barang yang dijual pun didatangkan dari berbagai pabrik yang ada dan tersebar di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Berbelanja di tempat grosir Tanah Abang ini juga diperlukan ketelitian dalam memilih barang yang akan dibeli. Banyak sekali barang yang dibanderol dengan harga murah untuk menarik minat para pelanggan. Namun kebanyakan barang yang dibanderol dengan harga murah tersebut memiliki kualitas yang kurang bagus. Agar kita tidak kecewa setelah berbelanja di pasar ini, sebaiknya kita lebih selektif dalam memilih barang yang akan kita beli. Merek dari barang yang akan kita beli juga dapat menjadi salah satu pertimbangan saat kita berbelanja sebuah barang kebutuhan. Biasanya barang yang dibanderol dengan harga yang agak mahal dan berasal dari merek ternama relatif memiliki kualitas yang bagus.

Sejarah Pasar Tanah Abang

Pasar grosir Tanah Abang ini pada awalnya dibangun oleh Justinus Vinck yaitu seorang saudagar yang berasal dari Belanda. Pada awalnya, pasar ini hanya dibangun dengan bertembokkan bambu dan atap menggunakan rumbia. Barulah pada tahun 1881 pasar ini dibangun dengan menggunakan batu bata dan beratapkan genteng. Pada tahun 1942 ketika Indonesia masih dalam jajahan Jepang, pasar ini sempat mati suri hingga tahun 1973. Pada saat itu Gubernur DKI Jakarta melakukan renovasi secara besar-besaran hingga memberikan fasilitas AC di dalam pasar tersebut. Pasar tersebut mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada setiap tahunnya. Namun, pada tahun 2003 sempat terjadi bencana kebakaran di pasar ini. Saat ini pasar Tanah Abang pun sudah mulai dibangun dan direnovasi kembali.

Asal mula nama pasar ini selain karena memang terletak di kecamatan Tanah Abang, konon tanah yang ada di daerah pasar ini memiliki warna merah yang dalam bahasa Jawa sering disebut "abang". Jadilah pasar ini dinamakan pasar Tanah Abang. Sekarang pasar yang terletak di kecamatan Tanah Abang ini merupakan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara dan juga sebagai pusat perdagangan tekstil yang ada di seluruh Indonesia bahkan dunia. Jadi ketika anda berbelanja di pasar ini jangan heran jika bertemu dengan orang-orang luar negeri yang juga ikut berbelanja bahan tekstil yang banyak terdapat di pasar ini.

Parahnya Tatanan Pasar Di Ibu Kota

Saat kita akan membeli barang di grosir Tanah Abang, ramai dan sesak itulah kata yang sering terbesit dalam pikiran kita ketika kita hendak mengunjungi pasar ini. Tidak hanya di pasar Tanah Abang saja, banyak pasar-pasar lainnya di ibu kota bahkan di daerah-daerah lain yang memiliki suasana pasar yang kurang nyaman. Keadaan tersebut banyak disebabkan oleh para pedagang kaki lima yang sembarangan dalam membuka lapak tempatnya berjualan. Para pedagang kaki lima ini terpaksa membuka lapaknya secara sembarangan karena mereka tidak mampu membeli atau menyewa kios yang ada di dalam pasar untuk tempat berjualannya. Selain itu dengan adanya lahan parkir yang sembarangan juga menambah kesemrawutan suasana yang ada di pasar. Bus-bus kota yang sering mengangkut dan menurunkan bahkan berhenti sejenak untuk menunggu penumpangnya ini pun juga menyebabkan semakin parahnya keramaian dan kemacetan yang sering terjadi di sebagian besar pasar yang ada di ibu kota.

Melihat masalah-masalah yang salah satunya ada di pasar grosir Tanah Abang tersebut, pemerintah juga tidak hanya diam saja. Pemerintah dibantu dengan aparatnya sering kali melakukan penertiban pada PKL yang masih saja berjualan di tempat yang dilarang. Namun, karena himpitan ekonomi para pedagang kaki lima itu pun mengulangi tindakannya. Melihat hal tersebut, pemerintah kota Jakarta yaitu di bawah naungan Bapak Joko Widodo sebagai Gubernur DKI tidak hanya diam. Gubernur yang lebih akrab disapa dengan nama Jokowi ini pun merancang sebuah pembangunan pasar yang dikhususkan bagi para PKL yang tidak memiliki biaya untuk membeli ataupun menyewa kios yang ada di pasar. Harga yang ditawarkan pun juga tidak semahal harga sewa di pasar tempat sebelumnya mereka berjualan. Hal tersebut dimaksudkan agar para PKL memiliki lahan untuk berjualan dan tidak lagi menjadi alasan sesaknya pasar yang sebelumnya.

 

 

 Tas Souvenir Ultah

Tas souvenir ultah kini seakan telah menjadi hal yang wajib ketika seseorang akan mengadakan sebuah pesta ulang tahun. Ada berbagai maca

...

Beli Souvenir Ulang Tahun Anak

Beli souvenir ulang tahun anak merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua dalam menyiapkan pesta ultah

...

Souvenir Tas Murah

Souvenir tas murah kini banyak sekali dicari banyak orang. Memberikan souvenir kepada tamu undangan dalam acara spesial seakan menjadi sebuah

...

Pabrik Tas Bogor

Kita tau bahwa produk dari pabrik tas bogor memiliki kualitas yang bagus dan model yang menarik sehingga banyak orang yang

...

Kantor 

Bagi anda pegawai kantor pastinya dalam menunjang kegiatan anda tersebut pastilah membutuhkan sebuah tas yang dapat anda gunakan dalam setiap kali

...

Harga Tas Distro

Distro seolah menjadi salah satu tempat yang paling banyak diminati oleh para kaula muda dalam mencari sebuah tas. Bukan tanpa

...